MENGENAL JENIS KERUSAKAN PADA BANGUNAN SEBELUM TERLAMBAT!

Rumah adalah tempat yang paling aman dan nyaman bagi kita setelah lelah beraktivitas sehari-hari. Namun, kerusakan pada bangunan dapat mengancam keamanan dan kenyamanan rumah kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali jenis-jenis kerusakan pada bangunan sebelum terlambat. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai tanda-tanda kerusakan dini pada bangunan agar kita dapat mengambil tindakan yang tepat sebelum kerusakan semakin parah.

 

 

Klasifikasi Jenis Kerusakan Pada Bangunan

 

jenis kerusakan pada bangunan

Sumber: Google

 

Kerusakan pada bangunan terjadi ketika sebagian atau keseluruhan komponen bangunan tidak berfungsi karena berbagai faktor. Jenis kerusakan pada bangunan dapat diklasifikasikan menjadi kerusakan ringan, sedang, berat, dan total. 

 

Kerusakan ringan tidak memerlukan pengosongan bangunan, sedangkan kerusakan sedang memerlukan perbaikan namun bangunan masih dapat berfungsi. Sementara itu, kerusakan berat menyebabkan sebagian besar komponen bangunan rusak dan memerlukan pengosongan bangunan karena tidak aman untuk dihuni. 

 

Terakhir, kerusakan total mengakibatkan bangunan roboh dan memerlukan pembangunan ulang. Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis-jenis kerusakan ini agar tindakan yang tepat dapat diambil untuk mencegah kerusakan yang lebih parah Dalam pengklasifikasian kerusakan bangunan, terdapat 5 kategori utama yang perlu diketahui:

 

 

Kerusakan Non-Struktur

 

jenis kerusakan pada bangunan

Sumber: Google

 

Kerusakan non-struktural pada bangunan terjadi pada bagian rumah yang tidak terkait dengan komponen strukturalnya seperti retakan halus pada bagian plesteran, penutup atap, langit-langit, lantai, dan kerusakan lainnya. Karena tidak terkait dengan struktural rumah, perbaikan kerusakan ini bisa dilakukan tanpa harus mengosongkan bangunan. Kerusakan ini umumnya tidak memerlukan pengosongan bangunan, sehingga perbaikan dapat dilakukan tanpa harus mengosongkan bangunan

 

 

Kerusakan Ringan Struktural

 

jenis kerusakan pada bangunan

Sumber: Google

 

Kerusakan ringan struktural pada bangunan dapat berupa adanya retakan kecil di dinding atau kolom, yang menyebabkan kemampuan struktur untuk menopang beban sedikit berkurang. Meskipun kerusakan ini tidak memerlukan pengosongan bangunan, perbaikan harus segera dilakukan agar tidak merambat semakin parah.

 

 

Kerusakan Sedang Struktural

 

jenis kerusakan pada bangunan

Sumber: Google

 

Kerusakan sedang struktural pada bangunan berkaitan dengan kerusakan yang lebih besar, seperti meluasnya retakan pada dinding, kolom, atau ring balk. Meskipun kerusakan ini dapat berdampak signifikan, jika setelah diperbaiki, struktur tersebut masih dapat berfungsi dengan baik seperti semula. Oleh karena itu, perbaikan kerusakan ini lebih disarankan dilakukan setelah bangunan dikosongkan terlebih dahulu sampai aman untuk dihuni kembali. Dengan demikian, proses perbaikan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan aman bagi penghuni bangunan.

 

 

Kerusakan Berat Struktural

 

jenis kerusakan pada bangunan

Sumber: Google

 

Kerusakan berat struktural pada bangunan merupakan kerusakan yang melibatkan sebagian besar komponen bangunan, dengan sekitar 50 persen dari elemen utama mengalami kerusakan. Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh gagalnya penopang beban menahan gaya tekan atau gaya tarik, sehingga tidak lagi mampu menahan posisinya

 

Dalam kondisi yang demikian, penghuni harus meninggalkan rumah atas dasar keamanan dan kelayakan. Oleh karena itu, perbaikan kerusakan berat struktural memerlukan penanganan yang cermat dan evakuasi bangunan untuk keamanan penghuni serta proses perbaikan yang tepat. 

 

 

Kerusakan Total 

 

jenis kerusakan pada bangunan

Sumber: Google

 

Kerusakan total pada bangunan adalah jenis kerusakan yang paling parah, dimana 80% bagian bangunan mengalami kerusakan total sehingga tidak bisa lagi ditinggali dan harus dibersihkan lokasinya untuk mendirikan bangunan yang baru. Kerusakan total biasanya disebabkan oleh bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau tanah longsor. 

 

Selain itu, kerusakan total juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti kebakaran atau kegagalan struktural yang parah. Proses perbaikan kerusakan total membutuhkan pembersihan lokasi secara keseluruhan dan pembangunan bangunan yang baru. Oleh karena itu, kerusakan total pada bangunan harus dihindari dengan melakukan perawatan dan perbaikan secara teratur untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.


 

Baca juga: 5 Permasalahan yang Sering Terjadi Ketika Hujan Tiba

 

 

Jenis-Jenis Kerusakan Dini pada Bangunan

Ada beberapa jenis kerusakan pada bangunan yang sebaiknya diwaspadai. Ragam kerusakan tersebut bisa memberi pengaruh pada kualitas dari bangunan yang dibuat. Kerusakan sendiri bisa terjadi karena beberapa alasan entah karena kontraktor yang kurang cakap dalam pekerjaan, bahan yang tidak berkualitas atau karena penyebab lainnya.

 

 

Atap Bocor dan Bergeser

Atap rumah biasanya dirancang untuk bertahan selama 15-20 tahun, bahkan hingga 50 tahun jika menggunakan material baja ringan. Oleh karena itu, jika terjadi masalah pada atap sebelum waktunya, perbaikan segera harus dilakukan. Kebocoran atap dapat menyebabkan berbagai masalah serius, seperti kerusakan struktural, pertumbuhan jamur, dan kerusakan pada lapisan atap. Selain itu, atap yang bergeser juga dapat menyebabkan kebocoran.

 

Oleh karena itu, pemeriksaan dan perbaikan atap secara berkala sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat menjaga kelembaban di dalam rumah tetap terkendali dan mencegah potensi kerusakan pada dinding.

 

Langkah-langkah ini tidak hanya mempertahankan keindahan rumah Anda tetapi juga melindungi integritas strukturalnya. Jika atap sudah diperbaiki tetapi tetap bocor, penting untuk memeriksa penyebabnya dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan atap tidak bocor lagi.

 

 

 

 

Retak Dinding dan Plafon

Meskipun tidak semua retakan pada dinding dan plafon merupakan kerusakan struktural, namun penting untuk berhati-hati dalam mendiagnosis retakan tersebut. Perlu dipahami apakah retakan tersebut berpotensi menjadi masalah besar. Biasanya, retakan pada dinding di atas pintu atau jendela harus diwaspadai karena rawan roboh.

 

Retakan pada plafon juga perlu diperhatikan, terutama jika disertai perubahan warna menjadi kuning atau coklat, yang mungkin menunjukkan adanya kebocoran pada atap rumah. Namun, retakan garis rambut pada plafon biasanya tidak menunjukkan kerusakan struktural yang serius dan dapat ditangani dengan lapisan cat baru. 

 

Perubahan suhu ekstrim dapat menyebabkan ekspansi dan penyusutan pada plester, melemahkan sifat perekat sambungan, dan menyebabkan retakan garis rambut pada plafon. Retakan pada dinding dan plafon dapat menjadi tanda awal masalah yang memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

 

 

Beton Atau Kolom Rusak

Penyebab utama runtuhnya beton atau kolom dapat ditarik dari sejumlah faktor, yang seringkali melibatkan ketidakmampuan struktur dalam menahan beban akibat kerusakan kecil, beban berlebih, atau penurunan kekuatan komponen utama. Sebagai contoh, kolom atau dinding dapat mengalami retak diagonal yang signifikan akibat gempa bumi, paparan tinggi terhadap kelembaban, atau kontak dengan bahan kimia yang merusak.

 

Reaksi-reaksi ini memiliki potensi untuk menimbulkan korosi pada baja tulangan di dalam struktur, mengakibatkan pelemahan ikatan material yang sebelumnya kokoh dan berkontribusi pada risiko runtuhnya struktur tersebut.


 

 

Penurunan Pondasi dan Lantai Yang Tidak Rata 

Penurunan pondasi dan lantai yang tidak rata merupakan kondisi serius dalam struktur bangunan. Pondasi, sebagai elemen terendah, bertanggung jawab menopang seluruh beban bangunan. Ketika terjadi ketidakrataan pada lantai atau pondasi, ini menandakan bahwa tanah di bawahnya kehilangan kemampuan untuk memberikan dukungan yang konsisten.

 

Fenomena ini membawa risiko serius, terutama karena dapat menyebabkan longsor atau runtuhnya bangunan secara mendadak. Ketidakseimbangan penopang beban, seperti pondasi yang miring atau lantai yang tidak rata, dapat mengakibatkan redistribusi beban yang tidak merata, menimbulkan tekanan tambahan pada struktur. Hal ini dapat menyebabkan deformasi permanen pada elemen struktural, seperti retak pada dinding atau balok.

 

Penting untuk memahami bahwa penurunan pondasi dan lantai yang tidak rata bisa menjadi indikasi masalah serius pada stabilitas keseluruhan bangunan. Oleh karena itu, deteksi dini dan tindakan perbaikan yang tepat perlu diambil untuk mencegah potensi bahaya dan memastikan keamanan jangka panjang bangunan tersebut.

 

Baca juga: Ayo Periksa! 5 Masalah Atap Rumah ini Punya Risiko Tinggi!

 

 

Kesimpulan

Rumah dapat terancam oleh kerusakan struktural, yang dapat dikelompokkan menjadi ringan, sedang, berat, dan total. Perawatan rutin dan deteksi dini penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Tanda-tanda seperti atap bocor, retak pada dinding, dan kerusakan pada beton perlu diwaspadai.

 

Penting juga untuk mengenali jenis kerusakan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang sesuai. Faktor seperti gempa, kelembaban, dan bahan kimia dapat memicu kerusakan yang serius. Penurunan pondasi dan lantai yang tidak rata merupakan kondisi serius yang memerlukan tindakan perbaikan dini.

 

Itulah penjelasan mengenai jenis kerusakan pada bangunan yang memerlukan perhatian dan perbaikan segera. Bagi Anda yang tinggal di rumah yang sudah tua, artikel ini dapat bermanfaat. Jika Anda mengenal seseorang yang membutuhkan tips ini, jangan ragu untuk berbagi artikel ini. Untuk Anda sedang merencanakan renovasi dan mencari produk baja ringan berkualitas, pertimbangkan merek BLKP yang telah berpengalaman sejak 2003 dalam membangun di Indonesia.

 

Dari kebutuhan rangka hingga atap dan talang air, semua produk tersedia dengan material baja ringan yang berkualitas tinggi. Produk ini tahan karat, ramah lingkungan, dan memiliki harga yang terjangkau. Apabila Anda membutuhkan konsultasi, jangan ragu untuk menghubungi Tim Kami.

 



Artikel Populer

Tidak ada artikel popular.
Your Message Has Been Sent..